Berikut adalah contoh pembuatan neraca perusahaan sederhana untuk periode tertentu. Neraca ini akan menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu, yang terbagi menjadi tiga bagian utama: Aset, Kewajiban, dan Ekuitas.
Contoh Neraca Keuangan PT. XYZ (Per 31 Desember 2024)
Aset
Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki perusahaan dan dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Aset dibagi menjadi dua kategori: Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar.
Aset Lancar
Aset yang dapat segera dikonversi menjadi kas atau digunakan dalam waktu dekat (biasanya dalam satu tahun):
- Kas: Rp 50.000.000
- Piutang Usaha: Rp 30.000.000
- Persediaan Barang: Rp 20.000.000
- Total Aset Lancar: Rp 100.000.000
Aset Tidak Lancar
Aset yang digunakan untuk operasional jangka panjang dan tidak segera dikonversi menjadi kas:
Total Aset = Aset Lancar + Aset Tidak Lancar
Total Aset = Rp 100.000.000 + Rp 400.000.000 = Rp 500.000.000
Kewajiban
Kewajiban adalah hutang atau kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.
Kewajiban Lancar
Kewajiban yang harus dibayar dalam waktu satu tahun:
- Utang Usaha: Rp 40.000.000
- Utang Bank Jangka Pendek: Rp 30.000.000
- Total Kewajiban Lancar: Rp 70.000.000
Kewajiban Tidak Lancar
Kewajiban yang harus dibayar setelah satu tahun:
Total Kewajiban = Kewajiban Lancar + Kewajiban Tidak Lancar
Total Kewajiban = Rp 70.000.000 + Rp 100.000.000 = Rp 170.000.000
Ekuitas
Ekuitas menggambarkan hak pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban.
Modal Pemilik: Rp 300.000.000
Laba Ditahan: Rp 30.000.000
Total Ekuitas = Rp 300.000.000 + Rp 30.000.000 = Rp 330.000.000
Contoh Neraca Keuangan PT. XYZ (Per 31 Desember 2024)

Penjelasan Neraca Keuangan:
Aset menunjukkan total nilai sumber daya yang dimiliki perusahaan. Pada contoh ini, PT. XYZ memiliki total aset sebesar Rp 500.000.000, yang terdiri dari aset lancar dan tidak lancar.
Kewajiban mencerminkan hutang yang dimiliki perusahaan. Total kewajiban perusahaan adalah Rp 170.000.000.
Ekuitas menunjukkan bagian yang dimiliki oleh pemilik atau pemegang saham perusahaan, yang dalam contoh ini adalah Rp 330.000.000.
Kesimpulan:
Neraca keuangan ini menunjukkan keseimbangan antara total aset dan total kewajiban serta ekuitas. Dalam hal ini, Total Aset (Rp 500.000.000) sama dengan Total Kewajiban dan Ekuitas (Rp 500.000.000), yang sesuai dengan prinsip dasar neraca keuangan, yaitu:
Aset= Kewajiban + Ekuitas
Dengan demikian, neraca ini memberikan gambaran jelas mengenai posisi keuangan perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024.